Sabtu, 19 November 2016

PENGANTAR BISNIS ~ MERAMALKAN SUATU BISNIS


DISUSUN OLEH:
MUTIARA GUSTI PANGESTIKA
25216191
1EB02



Di dalam mengelola perusahaan, sangat banyak hal-hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah meramalkan apa yang terjadi masa depan. Dia akhir tahun 2015, kita harus menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yaitu sebuah kesepakatan diantaa anggota ASEAN untuk perdagangan bebas. Disitu pula perusahaan perlu tahu bagaimana melakukan peramalan agar perusahaan atau bisnis yang akan dijalankan sudah memahami resiko yang akan dihadapi dan sudah mempersiapkam cara untuk menangani hal tersebut. Ada beberapa jenis masa depan, antara lain:
1.      Potential Future merupakan situasi masa depan yang mungkin dapat terjadi.
2.      Plausible Future merupakan situasi masa depan atas dasar asumsi akan terjadi apabila policy maker tidak terintervensi.
3.      Normative Future merupakan situasi masa depan yang seharusnya terjadi.

Dalam membuat peramalan, kita harus memahami situasi masa depan yang mempengaruhi bisnis kita. Situasi masa depan ini dapat dipengaruhi oleh kebijakan secara intern, juga kebijakan secara ekstern. Jika secara intern, maka pengusaha masih dapat melakukan control atas hal tersebut dan dapat disebut sebagai potential future. Namun jika itu secara eksternal, maka hal tersebut dapat kita asumsikan sebagai plausible future.
Maka dari itu diperlukan suatu metode-metode dimana kita bisa meramalkan atau memperkirakan mengenai masa depan. Dalam hal ini meramalkan secara historis, dengan menggunakan data-data historis yang ada karena biasanya tidak pernah jauh berbeda.

A.   Jenis – Jenis Peramalan
Jenis peramalan dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu, ruang lingkup, dan metoda yang digunakan. Berdasarkan jangka waktunya, peramalan dibedakan menjadi peramalan jangka panjang dan jangka pendek. Peramalan jangka panjang dilakukan oleh para pimpinanan puncak suatu perusahaan dan bersifat umum. Peramalan bersifat jangka pendek biasanya dilakukan oleh para pimpinan pada tingkat menengah dan bawah dan lebih bersifat operasional.
Berdasarkan ruang lingkupnya, peramalan dibedakan menjadi peramalan mikro dan makro, contohnya adalah peramalan kondisi perekonomian dalam lima tahun yang akan datang (sebagai mikro) dan peramalan kondisi perusahaan dalam lima tahun yang akan datang (sebagai makro). Perlu diketahui juga bahwa batasan mengenai mikro dan makro itu adalah relatif.
Berdasarkan metoda peramalan yang digunakan, peramalan dibagi menjadi metoda kualitatif dan metoda metoda kuantitatif. Metoda kualitatif lebih didasarkan pada intuisi dan penilaian orang yang melakukan peramalan daripada pemanipulasian data historis yang tersedia. Dimana peramalan kuantitatif dapat dilakukan bila teradapat tiga kondisi berikut:
1.      Tersedia data historis
2.      Informasikan tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numerik
3.      Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek pola masa lalu akan terus berlanjut di masa mendatang.

Beberapa metoda yang digunakan dalam metoda kuantitatif adalah sebagai berikut:
ð  Metode smoothing.
Metode ini digunakan untuk jangka pendek, fungsi dari metode ini adalah untuk mengurangi ketidak teraturan musiman, sehingga mempunyai syarat minimal harus tersedia data dua tahun yang lalu, penggunaan metode ini misalnya untuk perencanaan dan pengendalian produksi dan persedian, serta perencanaan keuntungan.
ð   Metode box – jenkins.
Hampir sama dengan metode smothing, tetapi caranya lebih kompleks, sehingga lebih sulit oleh karena itu metode ini lebih sering dipakai oleh para penaksir.
ð  Metode proyeksi trend dengan regresi.
Untuk melakukan peramalan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga data minimal yang dibutuhkan untuk menyusun peramalan dengan metode ini sekurang kurangnya lima tahun terakhir, metode ini biasanya di gunakan untuk ekspansi, atau investasi sebuah perusahaan.
ð  Metode Sebab Akibat ( Causal Methods / Korelasi ).
·         Metode regresi dan korelasi.
·         Model ekonometri
·         Model input output atau lebih dikenal sebagai sederhana dua berganda.

B.   Langkah – Langkah Peramalan Bisnis
Langkah – langkah peramalan bisnis adalah sebagai berikut:
a.    Mengumpulkan data historis
b.    Menyeleksi dan memilih data
c.    Memilih model peramalan
d.   Menggunakan model peramalan

C.    Tahapan Peramalan Bisnis

Menurut Lerbing dan Aritonang (2009:1) pengunaan teknik peramalan diawal dengan pengeksplorasian kondisi pada waktu – waktu yang lalu guna mengembangkan model yang sesuai dengan pola data. Selanjutlan model itu digunakan untuk meramalkan kondisi waktu – waktu yang akan datang.

A.         Pengendalian Proses Peramalan
Peramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa mendatang melalui pengujian dimasa lalu. Esensi peramalan adalah perkiraan peristiwa – peristiwa di waktu yang akan datang atas dasar pola – pola di waktu yang lalu dan penggunaan kebijakan, sedangkan proyeksi fungsi mekanikal. Proses peramalan biasanya terdiri dari langkah – langkah sebagai berikut :
1.      Penentuan tujuan
Langkah pertama terdiri atas penentuan macam estimasi yang diingkinkan. Sebaliknya, tujuan tergantung kepada kebutuhan – kebutuhan informasi para manajer. Analisis membicarakan dengan para pembuat keputusan untuk mengetahui apa kebutuhan – kebutuhan mereka, dan menentukan :
a.       Variabel apa yang akan di estimasi.
b.      Siapa yang akan menggunakan hasil peramalan.
c.       Untuk tujuan – tujuan apa hasil peramalan digunakan.
d.      Estimasi jangka panjang atau jangka pendek yang diinginkan.
e.       Derajat ketepatan estimasi yang diinginkan.

2.      Pengembangan model
Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah pengembangan suatu model yang merupakan penyajian secara lebih sederhana sistem yang dipelajari. Dalam peramalan, model adalah suatu kerangka analitik yang bila dimasukan data masukan menghasilkan estimasi penjualan di waktu yang akan datang ( atau variabel apa saja yang di ramal ). Analisis hendaknya memilih suatu model yang menggambarkan secara realistis perilaku variabel – variabel yang dipertimbangkan.

3.      Pengujian model
Sebelum diterapkan , model biasanya diuji untuk menentukan tingkat akurasi, validitas dan realibilitas yang diharapkan. Ini sering mencakup penerapannya pada data historik dan penyiapan estimasi untuk tahun – tahun sekarang dengan data nyata yang tersedia. Nilai suatu model ditentukan oleh derajat ketepatan hasil peramalan dengan kenyataan ( aktual ). Dengan kata lain, pengujian model bermaksud untuk mengetahui validitas atau kemampuan prediktof secara logic suatu model.

4.      Penerapan model
Setelah pengujian, analisis menerapkan model dalam tahap ini, data historic dimasukan dalam model untuk menghasilkan suatu ramalan.

5.      Revisi dan evaluasi
Ramalan – ramalan yang telah dibuat harus senantiasa diperbaiki dan ditinjau kembali. Perbaikan mungkin perlu dilakukan karena adanya perubahan – perubahan dalam perusahaan atau lingkungan nya, seperti tingkat harga produk perusahaan karakteristik – karakteristik produk, pengeluaran – pengeluaran pengiklanan, tingkat pengeluaran pemerintah, kebijakan moneter dan kemajuan teknologi.

6.      Evalusai, dilain pihak merupakan pembanding ramalan – ramalan dengan hasil nyata untuk menilai ketepatan penggunaan suatu metodologi atau teknik peramalan. Langkah ini diperlukan untuk menjaga kualitas estimasi – estimasi di waktu yang akan datang.





REFERENSI



Tidak ada komentar:

Posting Komentar