DISUSUN OLEH:
MUTIARA GUSTI
PANGESTIKA
25216191
1EB02
Di dalam mengelola perusahaan, sangat
banyak hal-hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah meramalkan apa
yang terjadi masa depan. Dia akhir tahun 2015, kita harus menghadapi MEA
(Masyarakat Ekonomi Asean) yaitu sebuah kesepakatan diantaa anggota ASEAN untuk
perdagangan bebas. Disitu pula perusahaan perlu tahu bagaimana melakukan
peramalan agar perusahaan atau bisnis yang akan dijalankan sudah memahami
resiko yang akan dihadapi dan sudah mempersiapkam cara untuk menangani hal
tersebut. Ada beberapa jenis masa depan, antara lain:
1.
Potential Future merupakan
situasi masa depan yang mungkin dapat terjadi.
2.
Plausible Future merupakan
situasi masa depan atas dasar asumsi akan terjadi apabila policy maker tidak terintervensi.
3.
Normative Future merupakan
situasi masa depan yang seharusnya terjadi.
Dalam membuat peramalan, kita harus memahami situasi
masa depan yang mempengaruhi bisnis kita. Situasi masa depan ini dapat
dipengaruhi oleh kebijakan secara intern, juga kebijakan secara ekstern. Jika
secara intern, maka pengusaha masih dapat melakukan control atas hal tersebut dan dapat disebut sebagai potential future. Namun jika itu secara
eksternal, maka hal tersebut dapat kita asumsikan sebagai plausible future.
Maka dari itu diperlukan suatu metode-metode dimana
kita bisa meramalkan atau memperkirakan mengenai masa depan. Dalam hal ini
meramalkan secara historis, dengan menggunakan data-data historis yang ada
karena biasanya tidak pernah jauh berbeda.
A.
Jenis – Jenis
Peramalan
Jenis peramalan dapat
dibedakan berdasarkan jangka waktu, ruang lingkup, dan metoda yang digunakan.
Berdasarkan jangka waktunya, peramalan dibedakan menjadi peramalan jangka
panjang dan jangka pendek. Peramalan jangka panjang dilakukan oleh para
pimpinanan puncak suatu perusahaan dan bersifat umum. Peramalan bersifat jangka
pendek biasanya dilakukan oleh para pimpinan pada tingkat menengah dan bawah
dan lebih bersifat operasional.
Berdasarkan ruang
lingkupnya, peramalan dibedakan menjadi peramalan mikro dan makro, contohnya
adalah peramalan kondisi perekonomian dalam lima tahun yang akan datang
(sebagai mikro) dan peramalan kondisi perusahaan dalam lima tahun yang akan
datang (sebagai makro). Perlu diketahui juga bahwa batasan mengenai mikro dan
makro itu adalah relatif.
Berdasarkan metoda
peramalan yang digunakan, peramalan dibagi menjadi metoda kualitatif dan metoda
metoda kuantitatif. Metoda kualitatif lebih didasarkan pada intuisi dan
penilaian orang yang melakukan peramalan daripada pemanipulasian data historis
yang tersedia. Dimana peramalan kuantitatif dapat dilakukan bila teradapat tiga
kondisi berikut:
1. Tersedia data historis
2. Informasikan tersebut dapat
dikuantitatifkan dalam bentuk data numerik
3. Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek
pola masa lalu akan terus berlanjut di masa mendatang.
Beberapa metoda
yang digunakan dalam metoda kuantitatif adalah sebagai berikut:
ð Metode smoothing.
Metode ini digunakan
untuk jangka pendek, fungsi dari metode ini adalah untuk mengurangi ketidak
teraturan musiman, sehingga mempunyai syarat minimal harus tersedia data dua
tahun yang lalu, penggunaan metode ini misalnya untuk perencanaan dan
pengendalian produksi dan persedian, serta perencanaan keuntungan.
ð Metode box – jenkins.
Hampir sama dengan
metode smothing, tetapi caranya lebih kompleks, sehingga lebih sulit oleh
karena itu metode ini lebih sering dipakai oleh para penaksir.
ð Metode proyeksi trend
dengan regresi.
Untuk melakukan
peramalan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga data minimal yang
dibutuhkan untuk menyusun peramalan dengan metode ini sekurang kurangnya lima
tahun terakhir, metode ini biasanya di gunakan untuk ekspansi, atau investasi
sebuah perusahaan.
ð Metode Sebab Akibat (
Causal Methods / Korelasi ).
·
Metode regresi dan korelasi.
·
Model ekonometri
·
Model input output atau lebih dikenal sebagai sederhana dua berganda.
B.
Langkah – Langkah
Peramalan Bisnis
Langkah – langkah peramalan bisnis adalah sebagai berikut:
a. Mengumpulkan data historis
b. Menyeleksi dan memilih data
c. Memilih model peramalan
d. Menggunakan model peramalan
C.
Tahapan Peramalan
Bisnis
Menurut Lerbing dan Aritonang (2009:1) pengunaan teknik peramalan diawal
dengan pengeksplorasian kondisi pada waktu – waktu yang lalu guna mengembangkan
model yang sesuai dengan pola data. Selanjutlan model itu digunakan untuk meramalkan
kondisi waktu – waktu yang akan datang.
A. Pengendalian Proses
Peramalan
Peramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa mendatang
melalui pengujian dimasa lalu. Esensi peramalan adalah perkiraan peristiwa –
peristiwa di waktu yang akan datang atas dasar pola – pola di waktu yang lalu
dan penggunaan kebijakan, sedangkan proyeksi fungsi mekanikal. Proses peramalan
biasanya terdiri dari langkah – langkah sebagai berikut :
1. Penentuan tujuan
Langkah pertama terdiri atas penentuan macam estimasi yang diingkinkan.
Sebaliknya, tujuan tergantung kepada kebutuhan – kebutuhan informasi para
manajer. Analisis membicarakan dengan para pembuat keputusan untuk mengetahui
apa kebutuhan – kebutuhan mereka, dan menentukan :
a. Variabel apa yang akan di
estimasi.
b. Siapa yang akan menggunakan
hasil peramalan.
c. Untuk tujuan – tujuan apa
hasil peramalan digunakan.
d. Estimasi jangka panjang atau
jangka pendek yang diinginkan.
e. Derajat ketepatan estimasi
yang diinginkan.
2. Pengembangan model
Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah pengembangan suatu
model yang merupakan penyajian secara lebih sederhana sistem yang dipelajari.
Dalam peramalan, model adalah suatu kerangka analitik yang bila dimasukan data
masukan menghasilkan estimasi penjualan di waktu yang akan datang ( atau
variabel apa saja yang di ramal ). Analisis hendaknya memilih suatu model yang
menggambarkan secara realistis perilaku variabel – variabel yang
dipertimbangkan.
3. Pengujian model
Sebelum diterapkan , model biasanya diuji untuk menentukan tingkat akurasi,
validitas dan realibilitas yang diharapkan. Ini sering mencakup penerapannya
pada data historik dan penyiapan estimasi untuk tahun – tahun sekarang dengan
data nyata yang tersedia. Nilai suatu model ditentukan oleh derajat ketepatan
hasil peramalan dengan kenyataan ( aktual ). Dengan kata lain, pengujian model
bermaksud untuk mengetahui validitas atau kemampuan prediktof secara logic
suatu model.
4. Penerapan model
Setelah pengujian, analisis menerapkan model dalam tahap ini, data historic
dimasukan dalam model untuk menghasilkan suatu ramalan.
5. Revisi dan evaluasi
Ramalan – ramalan yang telah dibuat harus senantiasa diperbaiki dan
ditinjau kembali. Perbaikan mungkin perlu dilakukan karena adanya perubahan –
perubahan dalam perusahaan atau lingkungan nya, seperti tingkat harga produk
perusahaan karakteristik – karakteristik produk, pengeluaran – pengeluaran
pengiklanan, tingkat pengeluaran pemerintah, kebijakan moneter dan kemajuan
teknologi.
6. Evalusai, dilain pihak
merupakan pembanding ramalan – ramalan dengan hasil nyata untuk menilai
ketepatan penggunaan suatu metodologi atau teknik peramalan. Langkah ini
diperlukan untuk menjaga kualitas estimasi – estimasi di waktu yang akan
datang.
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar